Social Enginering Lagi
Lagi hot-hotnya nie berita tentang tertangkapnya sindikat pemalsu kartu kredit,
aku mau menyoroti tentang salah satu tahapnya adalah pengambilan datanya atau boleh dikatakan pencurian data. menurut berita ada 2 hal yang paling populer dalam pengambilanya pertama dari bank ( wah kalo ini langsung banyak nasabah yang kena ) dan kedua melalui merchand ato apalah namanya ( dari toko-toko dan tempat2 pengguna kartu kredit)
social engginering sangat berperan dalam hal ini, dimana pelaku pasti mengamati targetnya katakanlah toko, bagaimana keamananya, apakah bisa diganti alatnya dengan milik si pelaku atau cukup dengan mengumpulkan sampah2 kertas transaksi ( terjadi di beberapa hotel berbintang ). Ada satu pengakuan yang saya dengar, karna banyak hotel-hotel di jogja ditinggali oleh turis asing yang kaya yang tidak memusnahkan bukti transaksi lama kartu kreditnya melainkan hanya dibuang begitu saja. padahal itu mengandung informasi yang berhubungan dengan kartu kredit dan dapat disalah gunakan.
Saya berpikir sebaiknya ada standart khusus baik bagi pengguna kartu kredit maupun penyedia layanan yang menggunakan pembayaran kartu kredit. Dimana tidak sembaang orang baik itu karyawan atau orang lain menyentuh alat2 kartu kredit bahkan sampahnya harus dimusnahkan.
O ya kalo ada kru trans atau poisi mau buat reportase tentang kejahatan internet Jogjakarta rajanya dimana akses internet mudah, akses ke “sampah-sampah” kartu kredit banyak.
Diakui atau tidak, kepolisian kita kurang mampu menangani masalah cybercrime pada umumnya dan carding pada khususnya jadi buat kita2 pemakai transaksi Kartu kredit harus berhati-hati.
–dee-ont–





madzz said,
August 22, 2008 at 8:35 am
salam kenal